CIES | Center for Islamic Economics Studies

Research Group of The Faculty of Islamic Economics and Business
UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Perkuat Integrasi Sains dan Pesantren, Dosen UIN KHAS Jember Terjun Kembangkan Model Pertanian-Peternakan Terpadu Berbasis Ekoteologi

JEMBER — Komitmen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dalam mengintegrasikan keilmuan Islam dengan pemberdayaan masyarakat kembali diwujudkan nyata. Melalui skema pendanaan Hibah Hilirisasi Riset Prioritas–SINERGI dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), para dosen UIN KHAS Jember mengambil peran strategis dalam riset kolaboratif pengembangan “Model Pertanian–Peternakan Terpadu Berbasis Komunikasi Bisnis dan Ekoteologi di Pesantren Sentra Hortikultura Jawa Timur”.
Riset kolaboratif yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Sholeh Avivi ini menggandeng akademisi dari Universitas Jember (UNEJ) serta mitra industri PT Benih Citra Asia (BCA). Uniknya, keterlibatan para dosen UIN KHAS Jember memberikan warna tersendiri dengan memperkuat fondasi moral, etika lingkungan, dan tata kelola bisnis yang berlandaskan nilai-nilai pesantren (ekoteologi).
Dalam tim riset lintas institusi tersebut, para dosen UIN KHAS Jember mengampu bidang-bidang krusial untuk memastikan model closed-loop system berbasis zero waste ini dapat berjalan sukses di lingkungan pesantren.
Prof. Dr. Nurul Widyawati Islami Rahayu, M.Si. dipercaya untuk menangani model bisnis dan kelayakan finansial agar program hilirisasi ini mandiri secara ekonomi. Sementara itu, aspek komunikasi bisnis dan diseminasi program kepada masyarakat ditangani langsung oleh Dhama Suroyya, M.I.Kom.
Tidak berhenti pada aspek teknis dan bisnis, keunggulan kelembagaan UIN KHAS Jember juga tampak pada penguatan nilai spiritual dan etika lingkungan. Dua akademisi UIN KHAS Jember, yaitu Nasirudin Al Ahsani, L.c., M.Ag. dan Zainul Fanani, S.Ag., M.Ag., turun tangan memperkuat aspek ekoteologi—sebuah pendekatan teologis yang memandang pelestarian alam dan pengelolaan pertanian-peternakan sebagai bagian dari tanggung jawab moral umat beragama.
Model pertanian-peternakan terpadu ini dirancang dalam satu ekosistem produksi berkelanjutan yang menghubungkan penyediaan benih unggul, budidaya hortikultura, peternakan domba, pengelolaan pakan dari limbah tanaman, hingga pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik (zero waste). Dengan pelibatan pesantren sebagai sentra, riset ini menargetkan pencapaian Model Teknologi dan Model Bisnis Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 8–9 yang nantinya tidak hanya diadopsi oleh dunia industri seperti PT BCA, tetapi juga dapat direplikasi secara nasional.
Melalui sinergi ini, UIN KHAS Jember membuktikan bahwa kontribusi perguruan tinggi Islam tidak hanya terbatas pada diskursus keagamaan di ruang kelas, tetapi juga hadir secara aktif memberikan solusi konkret bagi kemandirian ekonomi umat dan keberlanjutan ekologis di tingkat akar rumput.

Share this article

Subscribe

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read our Privacy Policy.
Your Ad Here
Ad Size: 336x280 px
Scroll to Top